Preaching The Gospel

Monday, October 27, 2008

McCain's 7 Steps to Beating Obama

McCain's 7 Steps to Beating Obama




By Michael Scherer
Sometimes you don't need the secret memo, a Deep Throat source, or the combination to the safe to get the story. Sometimes it's lying right there in front of you, a series of fragments ready to be pieced together.


Such is the case when it comes to John McCain's general election strategy for defeating Barack Obama. For weeks now, the Arizona Senator's campaign has been laying its cards on the table, spelling out a strategy for November. Here's a look at seven of their key strategies.

1. Paint Obama as a False Messiah
The big debut for this message came on the night of the Virginia and Maryland primaries. Mike Huckabee was still in the race, but the McCain campaign wanted to pivot towards the general election. So at an Alexandria Holiday Inn, McCain offered these words: "I do not seek the presidency on the presumption that I am blessed with such personal greatness that history has anointed me to save my country in its hour of need." The code was not hard to break. McCain was calling out Obama as an unfulfilled prophet, built up on lofty rhetoric and personal charisma. McCain's advisors have been hammering the theme ever since, privately speaking skeptically of Obama's big crowds and "Yes We Can" ritual chants. "The lofty rhetoric," said Steve Schmidt, McCain's message man, on a recent flight. "It's nonsense." This will not let up. McCain's campaign calculates that it must put a dent in Obama's powerful aura to keep a Republican in the White House.

2. Work, Woo and Win the Referees
McCain's willingness to parry and thrust with the press is already the stuff of campaign legend. And if the candidate has his way, the legend will only grow. "He is the best earned media candidate I think in history," Rick Davis, the campaign manager, recently told The New York Times. (Earned media is another way of saying free media, or anything a campaign doesn't pay for.) "And so we will try to use that advantage." In recent weeks, the campaign has relaunched what advisers call the "Straight Talk Express," a time when groups of three or four reporters head to the front of the plane, or the back of the bus, for open-ended interviews. The technique exposes McCain to danger. His December admission that "economics is not something I've understood as well as I should" came during one such back of the bus session. But McCain's staff thinks its worth the risk, that by earning the understanding and admiration of reporters they can make Obama seem distant by comparison. Meanwhile, McCain adviser Mark Salter has adopted a traditional "bad cop" role, regularly criticizing the press, alleging, for instance, that the media has formed a "protective barrier" around Obama.

3. Meet With the People, and Force Obama to Follow
The second part of McCain's earned media strategy is his people strategy. Some of McCain's best moments on the trail come in the uncontrolled give-and-take with a crowd. "The town hall meeting is John's best format," says Mark McKinnon, a media adviser for McCain. "He's a natural campaigner up close with the public." Back in 2004, the campaign crowds at George Bush events were designed to screen out Democrats. By contrast, McCain has so far reveled in free-form forums, taking questions in places historically hostile to Republicans, like New Orleans. The campaign has vowed to continue the same format as much as possible going forward. McCain's aides even hope to bring Obama out of his stadium events and put him on the same level. McKinnon has suggested joint appearances by Obama and McCain with questions from the audience and limited moderation. Obama has said he is open to the idea.



4. Claim the High Road Without Leaving the Low Road
Almost every day, McCain finds a reason to say that he wants to run "a respectful campaign." Given the mudslinging that is widely expected from all sides, this is a tenuous proposition. In the final days of the Republican primary, McCain came out hard against Mitt Romney, accusing him of saying that he wanted to set a timetable for withdrawal from Iraq, even though Romney had not endorsed such a move. More recently, McCain has not shown that he is willing to lay off hardball politics. He has repeatedly brought up the fact that a Hamas spokesman said positive things about Obama, even though Obama did not reciprocate the compliments. McCain has also tried to tar Obama by his relationship with William Ayers, a once violent anti-Vietnam War activist, by demanding that Obama call on Ayers to apologize for his actions. (Obama has shot projectiles at McCain as well, misquoting McCain's willingness to have American troops in Iraq for "100 years.") The real message behind McCain's call for "a respectful campaign" appears more narrow: As the political debate disintegrates, which is all but inevitable, McCain wants to be seen as a fighter who can float above the fray.

Time

Wednesday, October 22, 2008

“KISAH PARA MARTIR” Part III

“KISAH PARA MARTIR”

THE CONTINUED...


11. Yudas

Ia adalah saudara Yakobus. Ia disalibkan di Edessa, kota kuno Mesopotamia, sekitar tahun 72 M.

12. Bartolomeus

Tradisi mengatakan bahwa ia berkhotbah di beberapa negara, kemudian menerjemahkan Injil Matius ke dalam bahasa India Timur dan mengajarkannya di negara itu. Musuh-musuhnya bangsa kafir dengan kejam memukuli dan menyalibkannya.

13. Tomas

Tomas memberitakan Injil ke Persia, Parthia, dan India. Di Calamina, India, ia disiksa oleh orang kafir yang marah, tubuhnya ditusuk tombak dan dilemparkan ke dalam nyala api oven.

14. Lukas

Lukas seorang non-Yahudi, mungkin orang Yunani. Tidak diketahui kapan atau bagaimana ia bertobat. Ia seorang tabib di Troas dan mungkin bertobat di sana melalui penginjilan Paulus, karena sejak di Troas ia menggabungkan diri dengan kelompok Paulus dan mulai menempuh perjalanan bersama mereka. Perhatikan dalam Kisah Para Rasul 16:8-10, di Troas itulah Lukas mengubah ungkapan “mereka” menjadi “kita” dalam teks - “Setelah melintasi Misia, mereka sampai di Troas. Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami! Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia karen a dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.”

Lukas pergi bersama Paulus ke Filipi, tetapi tidak dipenjarakan bersamanya dan tidak menempuh perjalanan bersama Paulus setelah ia dilepaskan. Ia tampaknya menjadikan Filipi sebagai rumahnya dan tinggal di sana beberapa lama. Setelah Paulus berkunjung kembali ke Filipi (Kisah Para Rasul 20:5-6) sekitar tujuh tahun kemudian, kita sekali lagi berjumpa Lukas. Sejak saat itu ia sekali lagi menempuh perjalanan bersama Paulus dan tinggal bersamanya selama perjalanannya ke Yerusalem (Kisah Para Rasul 20:6-21:18 ).

Namun, ia menghilang sekali lagi selama pemenjaraan Paulus di Yerusalem dan Kaisarea, serta hanya muncul kembali ketika Paulus mau menuju Roma (Kisah Para Rasul 27:1). Ia kemudian tinggal bersama Paulus selama pemenjaraannya yang pertama (Filemon 1:24; Kolose 4:14). Banyak ahli Alkitab percaya bahwa Lukas menulis Injilnya dan Kisah Para Rasul saat tinggal di Roma bersama Paulus pada masa itu. Se1ama pemenjaraan Paulus yang kedua, Lukas tampaknya tinggal di dekat atau bersama Paulus karena tepat sebelum kemartirannya, Paulus menulis surat kepada Timotius dan berkata, “Hanya Lukas yang tinggal dengan aku” (2 Timotius 4:11).

Sete1ah kematian Paulus, Lukas tampaknya meneruskan pemberitaan Injil seperti yang telah ia pe1ajari bersama Paulus. Kapan dan bagaimana persisnya ia mati tidak diketahui. Satu di antara sumber kuno menyatakan, “Ia melayani Tuhan tanpa gangguan karena ia tidak memiliki istri ataupun anak; dan pada saat ia berusia 84 ia jatuh tertidur di Boeatia (ternpat yang tidak dikenal), penuh dengan Roh Kudus.” Sumber awal lainnya mengatakan bahwa ia pergi ke Yunani untuk memberitakan Injil dan di sana ia menjadi martir dengan digantung pada pohon zaitun di Atena pada tahun 93 M.

15. Simon orang Zelot

Simon Orang Zelot, menginjil di daerah Mauritania, Africa, dan juga di Britania, dimana akhirnya dia disalib pada tahun 74 M.

16 Barnabas

Rasul Barnabas, kematiannya diperkirakan tahun 73 melalui proses penganiayaan.

17. Yohanes

Rasul Yohanes, saudara Yakobus, dipercaya mendirikan tujuh jemaat di Kitab Wahyu:
Smirna, Pergamus, Sardis, Filade1phia, Laodikia, Tiatira, dan Efesus. Dikatakan ia ditangkap di Efesus dan dibawa ke Roma tempat ia dilemparkan ke dalam tempat penggorengan yang diisi minyak yang mendidih, tetapi tidak melukainya. Akibatnya ia dilepaskan dan dibuang oleh Kaisar Domitian ke Pulau Patmos, tempat ia menulis Kitab Wahyu. Setelah dilepaskan dari Patmos ia kembali ke Efesus, temp at ia meninggal sekitar tahun 98 M. Ia satu-satunya rasul yang tidak mengalami kematian yang mengerikan.

Meskipun ada penganiayaan terus-menerus dan kematian yang mengerikan, Tuhan setiap hari menambahkan jiwa-jiwa ke dalam gereja. Gereja sekarang berakar kuat dalam doktrin rasul-rasul serta diairi dengan limpah dengan darah orang-orang kudus. Gereja dipersiapkan untuk menghadapi penganiayaan yang kejam yang akan datang.

Sumber:
John Foxe, Foxe’s Book of Martyrs, Kisah Para Martir tahun 35-2001, Andi, 2001.
http://www.hrionline.ac.uk/johnfoxe/intro.html
Online Version : http://www.ccel.org/f/foxe/martyrs/home.html
Atau di http://www.the-tribulation-network.com/ … rs_toc.htm

KISAH PARA MARTIR PART II

KISAH PARA MARTIR
I. PARA MARTIR KRISTEN MULA-MULA

* Yohanes 15:18-20
15:18 “Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.
15:19 Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.
15:20 Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu.

Saksi/ kesaksian, Ibrani ‘ANA (harfiah,‘menjawab’), Yunani ‘martureo’, dan kata-kata yg berakar padanya martus, marturia dan marturion. Saksi ialah orang yg memberi kesaksian tentang sesuatu yg ia sendiri telah melihatnya. Kesaksian adalah tanggung jawab berat, teristimewa dalam kasus yg diancam dengan hukuman mati. Apabila terbukti tertuduh bersalah, maka para saksi memimpin regu pelaksana hukuman mati itu (lihat Kisah 7:58 ).

Para rasul adalah saksi-saksi utama tentang hidup dan kebangkitan Kristus (Yohanes 21 :24; Kisah 1 :22; 2 Petra 1 :6). Dalam gereja purba kata Yunani “martus” menjadi terbatas, terutama untuk menyebut mereka yg setia kepada imannya kendati sampai mati sekalipun. Penggunaan kata itu dalam arti demikian dikenal di Indonesia sebagai martir. Dalam dunia Kristen modern, ‘kesaksian’ berarti cerita tentang apa yg dikerjakan Kristus atas hidup seseorang, menjadi pengalaman pribadi orang itu.

Sebagian besar dari kita mungkin telah menikmati keuntungan atau kenyamanan sebagai umat Kristiani sehingga kita seringkali melupakan orang-orang percaya yang penuh keberanian yang sedemikian banyak telah mempertaruhkan hidupnya demi Kekristenan. Darah para martir/saksi itu telah mengairi ladang, menghasilkan tuaian, dan mempercepat pertumbuhan kekristenan di seluruh dunia.

Dalam Matius 16:18 dicatat bahwa Yesus memberi tahu murid-murid, “Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut [Hades] tidak akan menguasainya.” Tiga hal utama yang bisa dicatat dalam kata-kata Yesus ini:

1. Kristus akan mendirikan jemaat di dunia ini;
2. Jemaat-Nya akan diserang dengan dahsyat;
3. Tidak satu pun serangan si jahat yang akan menghancurkanjemaat-Nya.

Jika menengok ke be1akang sepanjang sejarah gereja, kita bisa melihat bahwa kata-kata Yesus telah digenapi di setiap abad - sejarah gereja yang mulia membuktikan firmanNya.

Pertama, tanpa diragukan ada gereja Kristus yang sejati dalam dunia ini. Kedua, setiap tingkat pemimpin keagamaan dan sekuler beserta bawahan mereka secara terbuka serta dengan kekuatan penuh dengan setiap sarana yang licik dan penuh tipu daya dalam tindakan mereka, mencela serta menganiaya gereja yang benar itu. Ketiga, gereja telah bertahan dan memegang kesaksian mereka tentang Kristus melalui setiap serangan yang dilakukan terhadapnya. Perjalanan gereja menembus badai yang disebabkan oleh kemarahan dan kebencian yang hebat sangat mulia untuk dilihat serta banyak kisah sejarahnya telah dicatat sehingga karya Allah yang ajaib hanya bagi kemuliaan Kristus dan pengetahuan tentang pengalaman para martir gereja bisa memberikan dampak yang positif bagi para pembacanya serta memperkuat iman mereka.




Orang pertama yang menderita bagi gereja adalah Yesus sendiri – bukan sebagai martir, tentu saja, tetapi sebagai inspirasi dan sumber semua kemartiran. Kisah penderitaan dan penyaliban - Nya dikisahkan dalam Alkitab dengan sangat baik sehingga kita tidak perlu menuliskannya di sini. Cukup dikatakan bahwa kebangkitan-Nya setelah itu mengalahkan niat orang-orang Yahudi dan memberikan keberanian serta arah yang baru; dan menyegarkan bagi murid-rnurid-Nya. Dan setelah mereka menerima kuasa Roh Kudus pada hari Pentakosta, mereka selanjutnya dipenuhi dengan keyakinan dan keberanian yang mereka butuhkan untuk memberitakan nama-Nya. Keyakinan dan keberanian mereka yang baru, benar-benar membingungkan para pemimpin Yahudi serta mengejutkan semua orang yang mendengarnya.

1. Stefanus

Orang kedua yang menderita dan mati bagi gereja adalah Stefanus, yang namanya berarti “mahkota” (Kisah Para Rasul 6-8 ). Ia menjadi martir karena memberitakan Injil kepada orang-orang yang telah membunuh Yesus dengan setia. Mereka menjadi begitu marah mendengar hal yang ia katakan kepada mereka sehingga mereka mendorongnya keluar kota dan melemparinya dengan batu sampai mati. Kemartiran Stefanus terjadi 8 tahun setelah penyaliban Tuhannya. Itu berarti kematiannya terjadi pada tahun 35 M karena sesungguhnya Yesus dianggap lahir pada tahun 6 S.M. sekitar dua tahun sebelum Herodes Agung mati pada tahun 4 S.M. (lihat Matius 2:16).

Kebencian yang sama akibat kebencian mereka terhadap Stefanus menyebabkan timbulnya penganiayaan besar terhadap semua orang yang mengaku percaya kepada Kristus sebagai Mesias. Lukas mencatat, “Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria.” (Kisah Para Rasul 8:1). Selama waktu itu, sekitar 2.000 orang Kristen menjadi martir, termasuk Nikanor, satu dari tujuh diaken yang diangkat gereja (Kisah Para RasuI6:5).



2. Yakobus

Yakobus anak Zebedeus dan Salome merupakan kakak rasul Yohanes. Ia adalah rasul pertama yang menjadi martir dari antara 12 rasul (Kisah Para Rasul 12:2). Ia dihukum mati sekitar tahun 44 M oleh perintah Raja Herodes Agrippa I dari Yudea. Kemartirannya menjadi penggenapan dari hal yang di¬ramalkan Yesus ten tang ia dan saudaranya Yohanes (Markus 10:39).

Penulis terkenal, Clemens Alexandrinus, menulis bahwa ketika Yakobus dibawa menuju tempat eksekusinya, keberaniannya yang luar biasa menimbulkan kesan yang mendalam pada satu orang yang menangkapnya sehingga ia jatuh berte1ut di depan rasul itu, meminta ampun kepadanya, dan mengaku bahwa ia adalah orang Kristen juga. Ia berkata bahwa Yakobus jangan mati sendiri akibatnya mereka berdua dipenggal kepalanya.

Pada saat itu, Timon dan Parmenas, dua dari tujuh diaken, dihukum mati - yang satu di Filipi, yang lain di Makedonia.

3. Philipus

Ia lahir di Bethsaida, daerah Galilea. Tepat 10 tahun setelah kematian Yakobus, pada tahun 54 M Rasul Filipus dikatakan te1ah dihukum cambuk dan dilemparkan ke dalam penjara serta kemudian disalibkan di Hierapolis di Phrygia.

4. Matius

Hanya sedikit yang diketahui ten tang akhir hidup Rasul Matius, kapan dan bagaimana cara kematiannya, tetapi menurut legenda ia pergi ke Ethiopia dan bertemu dengan Kandake (lihat Kisah Para .Rasul 8:27). Beberapa tulisan mengatakan bahwa ia direbahkan di tanah dan dipancung kepalanya dengan halberd (atau halbert, senjata abad ke 15 atau ke-16 yang memiliki mata pisau seperti kapak dan ujung logam yang runcing pada ujung batangnya yang panjang) di kota Nadabah (atau Naddayar), Ethiopia, sekitar tahun 60 M.

5. Yakobus (Kecil)

Yakobus ini adalah saudara Yesus dan penulis surat Yakobus. Ia tampaknya menjadi pemimpin gereja di Yerusalem (lihat Kisah Para Rasul12:27; 15:13-29; 21:18-24). Waktu dan cara kematiannya, yang tepat, tidak diketahui dengan pasti meskipun dipercaya itu terjadi pada tahun 66 M. Menurut Flavius Josephus, ahli sejarah Yahudi, imam besar Ananus memerintahkan agar Yakobus dihukum mati dengan dirajam batu. Namun Hegesippus, penulis Kristen awal, mengutip ahli sejarah abad ke-3 Eusebius, berkata bahwa Yakobus dilemparkan dari menara Bait Allah. Versi tentang kematiannya lebih lanjut menyatakan bahwa ia tidak mati setelah dijatuhkan, jadi kepalanya dipukul dengan pentung yang lebih padat, yang mungkin adalah pentung yang digunakan untuk memukul pakaian, atau pukul besi yang digunakan oleh tukang besi.

6. Matias

Dipilih untuk menggantikan tempat Yudas Iskariot yang kosong, hampir tidak ada sesuatu yang diketahui tentangnya. Dikatakan bahwa ia dirajam batu di Yerusalem dan kemudian dipancung.

7. Andreas

Andreas adalah saudara Petrus (Matius 4,:18 ). Tradisi mengatakan bahwa ia memberitakan Injil kepada banyak bangsa Asia dan menjadi martir di Edessa dengan disalibkan pada kayu salib berbentuk X, yang kemudian dikenal sebagai Salib Santo Andreas.



8. Markus

Hanya sedikit hal yang diketahui tentang Markus kecuali hal yang tertulis dalam Perjanjian Baru tentangnya. Setelah Paulus menyebutnya dalam 2 Timotius 4:11, ia menghilang dari pandangan. Tradisi mengatakan bahwa ia diseret sampai tubuhnya terkoyak-koyak oleh orang Alexandria ketika ia berbicara menentang perayaan yang khidmat untuk berhala Serapis mereka.

9. Petrus

Satu-satunya kisah yang kita miliki tentang kemartiran Rasul Petrus berasal dari penulis Kristen awal, Hegesippus. Kisahnya mencakup penampakan Kristus yang ajaib. Ketika Petrus sudah tua (Yohanes 21:18 ), Nero merencanakan untuk menghukum mati Petrus. Ketika murid-rnurid mendengarnya, mereka memohon kepada Petrus untuk melarikan did dad kota itu [yang diyakini Roma] dan ia melakukannya. Namun, ketika ia sampai di pintu gerbang kota, ia melihat Kristus yang berjalan ke arahnya. Petrus menjatuhkan diri bertelut dan berkata, “Tuhan, Engkau mau pergi ke mana?” Kristus menjawab, “Saya datang untuk disalibkan lagi.” Melaluinya, Petrus tahu ini waktu untuk menderita dan mati bagi Yesus dan memuliakan Allah (Yohanes 21:19). Jadi, ia kembali ke kota. Setelah ditangkap dan dibawa ke tempat kemartiran. Menurut St. Jerome, ia meminta agar disalibkan dengan posisi terbalik karena ia memandang dirinya tidak layak untuk disalibkan dalam posisi yang sama dengan Tuhannya.



10. Paulus

Rasul Paulus dipenjarakan di Roma pada tahun 61 M dan di sana ia menulis surat-surat dari penjara: surat Efesus, surat Filipi, dan surat Kolose. Pemenjaraannya berakhir sekitar tiga tahun kemudian pada saat Roma dibakar, yang terjadi pada bulan Mei tahun 64 M (lihat Kisah Para Rasul 28:30). Sela¬rna kebebasannya yang singkat, Paulus mungkin telah mengunjungi Eropa barat dan timur serta Asia Kecil- ia juga menulis su¬rat kiriman pertama kepada Timotius dan surat kiriman kepada Titus.

Semula Nero disalahkan karena ia membakar kota Roma.Jadi, untuk mengalihkan tuduhan itu darinya ia menyalahkan orang-orang Kristen. Akibatnya, penganiayaan yang kejam mulai berkobar terhadap mereka. Pada masa itu, Paulus ditangkap dan dimasukkan kembali ke dalam penjara Roma. Sementara berada di penjara untuk kedua kali, ia menulis surat kedua kepada Timotius. Itu adalah surat terakhirnya.

Tidak lama sesudahnya, ia diputuskan bersalah karena melakukan kejahatan melawan Kaisar dan dihukum mati. Ia dibawa ke tiang eksekusi dan dipancung. Hal itu terjadi pada tahun 66 M, tepat empat tahun sebelum Yerusalem jatuh.

The Healer

The Healer

by Bonnie Franklin 1992

What do you see as you stand
Before the millions ministering for Me?
What do you hear as you see the falling tears
Of a mother, a son, a friend with her loved one?

What do you feel out under the lights?
The warmth of my presence the Father of lights.
What do you smell as the choir does sing?
The fragrance of incense - a Holy Offering.

What do you touch as you take someone’s hand?
A dear brother & sister
As they rise to walk again.
What do you know
As the Scriptures you quote?
Promises of long ago now coming true for you.

It is Me that you see
In the tears on their cheeks;
It is Me that you feel
As they do sing the anthems sweet.

It is Me that you hear
As they shout loud and clear,
“I am healed; I am free;
The Lord has touched Me!”
It is Me that you do see
Down deep in their eyes
As they reach out their hands
As you walk and pass by.

Yes, it is Me now in thee
That they can see in you.
I Am in everything that you say and you do;
I Am in your smile as you look upon their face;
I Am in your touch and your loving embrace;
I Am in your jump as you do leap so with glee;
I Am in the many crowds that follow closely.

It is Me, my sons, that they see
As I live now through you
For the old man had died
And the new one shines through.
It’s the light of my Spirit
And the hope of my dreams
The joy of my presence
They can sense now through thee
And as you do humbly allow Me
To be in thee.

Yea, shall all men now know
And all men now see
The light of my Spirit
And the joy of my face
The love of my heart
As each child you so lovingly take.

It is Me that they love
And as I do so love you
I will walk nigh in friendship
For I’ve discipled you now, too.
Walk on, my Peter
Stand tall, my Paul
Doubt not, my Thomas,
Frail not, my son, John.

Will you all be
Apostles for Me?
Ones, who will teach, train and lead?
And surely, I also will you companions bring
As Paul had my Silas,
And Barnabas and Timothy
As James had his Peter and Andrew and John
Yea, there are others who are coming
To follow close to my Son.

So, go forth and proclaim ye
The great Good News;
The Messiah is coming
The Scriptures are true.
“Rise and be healed”
“He touched me” it’s true;
The songs of the redeemed,
Of the souls set free,
Now resound deep within in you.

Raise your voice now
And with the Angels sing to the sky,
“Yeshua, it is you and not I
You are come that they might have life
And life more abundantly;
You are come to heal the sick
And to set the captives free;
You are come to raise the dead
And to make the blind eyes to see;
You are come to restore the hope
Of life eternally in the hearts of humanity.”

“You are come to heal the deaf
And to make the children speak again;
You are come, so that the lame might stand
And rise to walk again;
You are come to loose the tongue
That the voices might sing again;
You are come, to show one and all,
I Am, that I Am, that I Am.”

Written for Alfian Palar

Sejarah Gereja Karismatik Dunia

Sejarah Gereja Karismatik Dunia
100 Peristiwa Penting dalam Sejarah Kristen

Sumber :
A. Kenneth Curtis, J. Stephen Lang & Randy Petersen, 100 Peristiwa Penting dalam Sejarah Kristen, Immanuel, 1999.



Tahun dan Peristiwa

Tahun-tahun di bawah ini merupakan beberapa yang terpenting dalam sejarah gereja.

Tahun - Peristiwa

1) 64 Roma Terbakar

2) 70 Titus Menghancurkan Yerusalem

3) ±150 Yustinus Martir Menulis Apologynya

4) ±156 Kemartiran Polikarpus

5) 177 Irenaeus Menjadi Uskup Lyons

6) ±196 Tertullianus Mulai Menulis Buku-buku Kristen

7) ±205 Origenes Mulai Menulis

8) 251 Cyprianus Menulis On the Unity of the Church

9) 270 Antonius Memulai Hidupnya sebagai Pertapa

10) 312 Pertobatan Konstantinus

11) 325 Konsili Nicea

12) 367 Surat Athanasius Mengakui Kanon Perjanjian Baru

13) 385 Uskup Ambrosius Menentang Ratu

14) 387 Pertobatan Agustinus

15) 398 Yohanes Chrysostomus Menjadi Uskup Konstantinopel

16) 405 Hieronimus Menyelesaikan Vulgata

17) 432 Patrick Berangkat sebagai Misionaris ke Irlandia

18) 451 Konsili Chalcedon

19) 529 Benedictus dari Nursia Mendirikan Ordo Biaranya

20) 563 Columba Berangkat sebagai Misionaris ke Skotlandia

21) 590 Gregorius I menjadi Paus

22) 664 Sinode Whitby

23) 716 Bonifatius Berangkat sebagai Misionaris

24) 731 Bede yang Patut Dipuja Menyelesaikan Karyanya Sejarah Gereja Bangsa Inggris

25) 732 Pertempuran Tours

26) 800 Karel Agung Dinobatkan Menjadi Kaisar

27) 863 Cyrillus dan Methodius Mengabarkan Injil kepada Orangorang Slavia

28) 909 Biara Didirikan di Cluny

29) 988 Pertobatan Vladimir, Pangeran Rusia

30) 1054 Skisma Gereja Timur dan Barat

31) 1093 Anselmus Menjadi Uskup Agung Canterbury

32) 1095 Paus Urbanus II Melancarkan Perang Salib Pertama

33) 1115 Bernardus Mendirikan Biara di Clairvaux

34) ±1150 Universitas Paris dan Universitas Oxford Didirikan

35) 1173 Peter Waldo Memulai Gerakan Kaum Waldens

36) 1206 Fransiskus dari Asisi Meninggalkan Kekayaannya

37) 1215 Konsili Lateran Keempat

38) 1273 Thomas Aquinas Menyelesaikan Karyanya Summa Theologica

39) 1321 Dante Menyelesaikan The Divine Comedy

40) 1378 Catherina dari Siena Pergi ke Roma untuk Mendamaikan Skisma Besar

41) ±1380 Wycliffe Mengawasi Penerjemahan Alkitab ke dalam Bahasa Inggris

42) 1415 Yohanes Hus Dibakar pada Tiang Pancang

43) 1456 Johann Gutenberg Membuat Alkitab Cetak yang Pertama

44) 1478 Pendirian Inkuisisi Spanyol

45) 1498 Savonarola Dieksekusi

46) 1512 Michelangelo Menyelesaikan Langit-langit Kapel Sistina

47) 1517 Martin Luther Memampangkan Sembilan Puluh Lima Dalilnya

48) 1523 Zwingli Memimpin Reformasi Swiss

49) 1525 Gerakan Anabaptis Dimulai

50) 1534 Undang-undang Supremasi Henry VIII

51) 1536 Yohanes Calvin Menerbitkan Institutio: Pengajaran Agama Kristen

52) 1540 Paus Mengakui Kaum Yesuit

53) 1545 Pembukaan Konsili Trente

54) 1549 Cranmer Menciptakan Buku Doa Umum

55) 1559 John Knox Kembali ke Skotlandia untuk Memimpin Reformasi

56) 1572 Pembantaian pada Hari Santo Bartolomeus

57) 1608-1609 John Smyth Membaptis Orang-orang Baptis Pertama

58) 1611 Penerbitan Alkitab Versi Raja James

59) 1620 Para Peziarah Menandatangani Perjanjian Mayflower

60) 1628 Comenius Diusir dari Negerinya

61) 1646 Pengakuan Iman Westminster

62) 1648 George Fox Mendirikan Society of Friends

63) 1662 Rembrandt Menyelesaikan Lukisan Kembalinya Anak Hilang

64) 1675 Philip Jacob Spener Menerbitkan Pia Desideria

65) 1678 Karya John Bunyan The Pilgrim’s Progress Diterbitkan

66) 1685 Kelahiran Johann Sebastian Bach dan George Frederic Handel

67) 1707 Penerbitan Hymns and Spritual Songs Karya Isaac Watts

68) 1727 Kebangunan Rohani di Herrnhut Mengawali Moravian Brethren

69) 1735 Kebangunan Rohani Besar di bawah Jonathan Edwards

70) 1738 Pertobatan John Wesley

71) 1780 Robert Raikes Memulai Sekolah Minggu

72) 1793 William Carey Berlayar Menuju India

73) 1807 Parlemen inggris Mengadakan Pemungutan Suara untuk Menghapuskan Perdagangan Budak

74) 1811 Para Campbell Mengawali Gerakan Disciples of Christ

75) 1812 Adoniram dan Ann Judson Berlayar Menuju India

76) 1816 Richard Allen Mendirikan Gereja Episkopal Methodis Afrika

77) 1817 Elizabeth Fry Mengawali Pelayanan bagi Narapidana Perempuan di Penjara

78) 1830 Mulainya Kebangunan Rohani Perkotaan oleh Charles G. Finney

79) ±1830 John Nelson Darby Membantu Mengawali Plymouth Brethren

80) 1833 Khotbah John Keble tentang “Murtad Nasional” Memicu Gerakan Oxford

81) 1854 Hudson Taylor Tiba di Cina

82) 1854 Soren Kierkegaard Menerbitkan Serangan terhadap Kekristenan

83) 1854 Charles Haddon Spurgeon Menjadi Imam di London

84) 1855 Pertobatan Dwight L. Moody

85) 1857 David Livingstone Menerbitkan Missionary Travels

86) 1865 William Booth Mendirikan Bala Keselamatan

87) 1870 Paus Pius IX Memproklamasikan Doktrin Infalibilitas Paus

88) 1886 Gerakan Relawan Mahasiswa Dimulai

89) 1906 Kebangunan Rohani Azusa Street Memunculkan Aliran Pentakostalisme

90) 1910-1915 Penerbitan Buku The Fundamentals Memunculkan Gerakan Fundamentalis

91) 1919 Tafsiran Surat Roma oleh Karl Bath Diterbitkan

92) 1921 Radio Kristen Pertama Mengudara

93) 1934 Cameron Townsend Memulai Institut Linguistik Musim Panas

94) 1945 Dietrich Bonhoeffer Dieksekusi Nazi

95) 1948 Dewan Gereja-gereja se-Dunia Terbentuk

96) 1949 Kampanye Los Angeles Billy Graham

97) 1960 Berawalnya Pembaruan Karismatik Modern

98) 1962 Konsili Vatikan II Dimulai

99) 1963 Martin Luther King, Jr., Memimpin Pawai ke Washington

100) 1966-1976 Gereja Cina Bertumbuh tanpa Terusik Revolusi Kebudayaan

PendahuluanSepuluh peristiwa terpenting apa yang pernah terjadi dalam kehidupan Anda selama kurun waktu lima tahun terakhir ini? Sekarang tanyakanlah kepada ayah, puteri, suami atau istri, atau dua orang sahabat karib Anda untuk menjawab pertanyaan yang sama tentang diri Anda. Segera Anda menyadari bahwa cara pandang kita terhadap suatu peristiwa bisa berbeda dengan orang lain, termasuk mereka yang sangat dekat dengan kita.Sekarang marilah kita mengakui bahwa tidak seorang pun dapat dengan pasti menunjuk tanggal-tanggal terpenting dalam sejarah gereja. Tentunya, daftar yang ada pada Tuhan tentang hal itu mungkin akan sangat berbeda dengan daftar yang kita buat.
Kami tidak bermaksud menjadi wasit resmi untuk menentukan peristiwa apa yang terpenting dalam kehidupan gereja pada abad-abad lampau. Namun kami berupaya menampilkan selintas berbagai peristiwa dalam sejarah umat Tuhan yang rumit. Peristiwa tersebut diharapkan akan memberi garis-garis besar serta para pelaku yang telah membentuk kekristenan kepada yang bukan sejarawan dan bukan pengamat.Banyak orang Kristen dewasa ini ingin mengetahui lebih banyak tentang asal-usul keyakinan mereka serta berapa banyak ajaran dan praktik gereja mereka yang telah terwujud. Namun mereka tidak mempunyai waktu atau kecenderungan membaca karya akademis yang berjilid-jilid banyaknya. Hanya buku semacam inilah yang dapat memberikan kepuasan bagi kehausan mereka. Bagi orang-orang non-Kristen, buku ini merupakan buku acuan andal untuk lebih mengenal para tokoh terkemuka, berbagai gerakan, makna dan peristiwa-peristiwa dalam sejarah kekristenan yang panjang.Kami memulai sejarah gereja setelah (atau setidak-tidaknya yang di luar) peristiwa-peristiwa yang tercatat dalam Perjanjian Baru. Jelas bahwa kebangkitan, pertobatan Paulus, Konsili Yerusalem dan sebagainya adalah peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah gereja. Namun di mana kita harus berhenti? Oleh karenanya, kami memilih hanya peristiwa-peristiwa yang tidak tercatat dalam Perjanjian Baru.Kami tidak menyusun beragam peristiwa tersebut menurut urutan pentingnya, tetapi secara kronologis agar dapat menelusuri abad demi abad.Beberapa pilihan yang bernilai tinggi telah kami lewatkan karena kami merasa bahwa hal itu dapat digabungkan dengan peristiwa lain. Misalnya, karena survei telah membuktikan bahwa Ninety-Five Theses Luther dan Diet of Worms ada kaitan satu sama lain, maka kami hanya menyertakan judul pertama yang meliputi keduanya.Peristiwa-peristiwa lainnya telah disertakan bukan saja karena pentingnya tetapi bagaimana dampak peristiwa-peristiwa itu, atau betapa keadaan akan berbeda, jika peristiwa-peristiwa tersebut tidak terjadi. Misalnya Sidang Sinode Whitby tidak mungkin tercatat sebagai salah satu persidangan gereja besar, tetapi sangatlah penting bahwa Gereja Inggris memilih untuk bersatu dengan Roma pada waktu itu. Sejarah mungkin akan berbeda jika mereka memilih alternatif lain.

Kami juga rnenyertakan beberapa hal yang mungkin terkesan direkayasa dan mengada-ada. Dunia tidak berubah, begitu gereja, pada saat kelahiran Bach dan Handel. Namun, tidak menyertakan sumbangsih musik mereka bagi kehidupan ibadah sungguh akan merupakan suatu cacat. Oleh karena itu, beberapa peristiwa disertakan di sini khususnya karena nilai simbolisnya.

Meskipun demikian, terdapat beberapa alternatif menarik yang kami tidak sertakan dalam kurun waktu dua dasawarsa terakhir, karena kita masih sangat dekat dengan peristiwa-peristiwa itu untuk perspektif yang dibutuhkan.

Mungkin ada cemoohan atas pilihan-pilihan kami yang lebih banyak berbicara tentang dunia Barat, kaum lelaki, Protestan dan kaum evangelikal. Di satu pihak, memang hal ini tak terelakkan, dan di lain pihak hal ini mencerminkan bias kami.

Tetapi kami tidak bersikukuh bahwa pilihan kami inilah yang final. Sebenarnya dari awal kami mengharaukan tanggapan para pembaca yang ingin menyodorkan kemungkinan adanya peristiwaperistiwa laip yang dapat disertakan atau yang dapat dilewatkan. Untuk itu kami mengundang para pembaca agar menulis pendapatnya kepada kami, disertai dengan alasan-alasan rinci. Jika tanggapan tersebut cukup meyakinkan, maka kami akan menerbitkan jilid kedua dengan judul “Kejadiankejadian Penting Lain dalam Sejarah Gereja” (More Important Events in Church History). Kami mengundang mereka yang ingin memberi komentar mengenai jilid kedua untuk menulis. Kirimkan kepada: Ken Curtis, Christian History Institute, Box 540, Worcester, PA 19490, atau Fax ke 215-584. 4610.

Ketika saya menjabat sebagai editor majalah Christian History, kami menulis kepada para pelanggan dan meminta mereka mengirimkan peristiwa-peristiwa yang mereka anggap layak dibukukan. Kemudian, setelah memilah-milah dan menyusun daftar ini, kami mengirimnya kembali kepada mereka ‘dengan catatan agar mereka dapat menandai pilihan-pilihan yang mereka setujui dan yang tidak disetujui; serta menambahkan, bila perlu, hal-hal yang tidak tercantum. Jawaban mereka mewujudkan daftar baru. Sebuah survei juga telah dilayangkan kepada para anggota American Society of Church History, sebuah kelompok sejarawan gereja profesional. Dalam memilih judul-judul peristiwa yang terdapat dalam buku ini, hasil survei tersebut mendapat perhatian cukup, meskipun saya yang bertanggung jawab dalam pemilihan final.

Sejak semula, dengan melakukan pemilihan, kami sepenuhnya sadar bahwa beberapa hal terpenting sungguh sukar dikenali dan diukur. Kami seperti bendaharawan di Bait Allah yang mungkin tidak menghiraukan pentingnya “uang keping yang dipersembahkan seorang janda”. Yesus telah menjelaskan bahwa cinta kasih merupakan tanda istimewa para pengikut-Nya. Ia juga berbicara tegas akan hal-hal sederhana seperti memberikan secangkir air atas nama-Nya. Banyak isi buku ini yang merefleksikan kualitas dasar kekristenan. Namun, apa saja sesungguhnya yang terpenting tidak akan kita ketahui hingga hari penghakiman umat manusia, yang memperlihatkan mana gandum dan mana debu jerami.

Ken Curtis